Selasa, 21 April 2015

Dampak Buruk Jejaring Sosial dalam Keluarga



Media sosial -baik itu Facebook, Twitter, Google+ ataupun lainnya- mempunyai banyak faedah sekalian bisa membawa efek negatif. Bila tak disikapi dengan baik, pemakaian media sosial nyatanya bisa mengakibatkan kerusakan rumah tangga. Di Amerika Serikat, suatu survey yang diselenggarakan oleh American Academy of Matrimonial Lawyers bahwa perceraian disebabkan media sosial bertambah sejumlah 80 %. Di Indonesia, angka perceraian dengan argumen berkenaan media sosial juga bertambah dari th. ke th.. Di Probolinggo, umpamanya. Mulai th. 2013 nampak masalah cerai lantaran Facebook. Facebook jadi penyebab ketidakharmonisan keluarga. 

Bagaimanakah media sosial bisa mengakibatkan kerusakan rumah tangga? Di bawah ini 10 langkah salah satunya : 

LEBIH LAMA BER-MEDIA SOSIAL DARIPADA BERSAMA KELUARGA 
Diambil dari Vemale, di Amerika Serikat ada perceraian lantaran sang istri sukai berlama-lama meng-update media sosial sampai melalaikan anak serta suaminya. 

Apakah hal ini dapat dapat berlangsung di negeri Muslim seperti Indonesia? Sangatlah mungkin saja. Karena nyatanya memanglah ada suami atau istri yang asik menggunakan banyak saat di media sosial, tetapi merasa terbebani saat membersamai anak-anak serta pasangan hidupnya. Pasti hal seperti ini bisa mengakibatkan kerusakan rumah tangganya sendiri. Anak-anak jadi jauh darinya, pasangan hidupnya juga terasa tidak lagi di cintai. Walau sebenarnya, keluarga yaitu beberapa orang paling dekat yang senantiasa ada di saat ia memerlukan. Lihatlah saat satu hari ia jatuh sakit. Apakah rekan-rekan online-nya itu bakal ada menolong serta merawatnya? Tak. Selanjutnya yang bersedia 24 jam merawatnya hanya pasangan hidup serta anak-anaknya. 

MENJADI SARANA SELINGKUH 
Saat media sosial jadikan fasilitas selingkuh, jadi tunggu saat-saat kehancuran keluarga. Seseorang suami yang berkonsultasi perihal masalahnya di Alkhoirot terasa menyesal sudah mengajari istrinya memakai Facebook. Karena dari media sosial itu, istri itu tersambung komunikasi dengan bekas pacarnya pada saat SMA dahulu. Dari sana keduanya sama-sama kirim pesan, serta cinta lama bersemi kembali. 

Sang suami yang buka pesan-pesan cinta itu geram. Ia meminta istrinya untuk hentikan. Namun sang istri malah berani pergi berbarengan bekas pacarnya itu. Rumah tangga mereka juga mulai berantakan. 

MEMBANGUN KEMESRAAN DI MEDIA SOSIAL 
Rumah tangga dapat juga berantakan dikarenakan media sosial saat seseorang suami atau istri memakai media sosial untuk bermesraan atau mendekati orang lain. Bahkan juga, walau tujuannya sebatas berteman. 

Seseorang istri berinisial S menceritakan bahwa dianya sesungguhnya tak sukai memberi komentar status Facebook orang lain. Ia cuma memakai Facebook dengan maksud menjalin silaturahim. Tetapi, suaminya tak sukai dengan hal semacam itu. Suaminya tak sukai dianya berkomunikasi lewat media sosial paling besar itu, terlebih pada lawan macamnya. S terasa dianya tak bersalah. Keduanya juga berkelahi serta sang suami mengatakan kalimat berkonotasi cerai. Cemas bahwa kalimat itu betul-betul berhukum cerai, S juga mengkonsultasikan hal semacam ini ke konsultasisyariah. com 

MENGUMBAR MASALAH RUMAH TANGGA 
Rumah tangga dapat juga berantakan saat suami atau istri mengumbar permasalahan rumah tangga di media sosial. Nampaknya hal semacam ini gampang kita dapatkan misalnya, baik di Facebook ataupun di Twitter. Umpamanya seorang yang membagikan link suatu berita sembari memberi catatan, “Enak ya bila mempunyai suami seperti gini. Suamiku bla bla bla” 

Terkadang hal seperti itu dilihat remeh. Walau sebenarnya, tak ada orang yang sukai aibnya di buka di depan umum. Terlebih oleh istri atau suaminya sendiri. Suami atau istri yang geram lantaran terasa dilecehkan –dan siapa saja dapat membaca media sosial- biasanya bakal meluapkan kemarahan itu dengan memarahinya. Terjadi pertikaian. Yang lebih kronis, bila lalu selesai dengan perceraian seperti yang dihadapi oleh pasutri di Probolinggo pada th. 2013. 

ASYIK DENGAN MEDIA SOSIAL DARIPADA KOMUNIKASI DENGAN SUAMI/ISTRI 
Dengan maraknya Smartphone, media sosial juga makin gampang dibuka. Parahnya, beberapa orang ‘kecanduan’ media sosial hingga meremehkan komunikasi dengan pasangan hidupnya. 

Kadang waktu berlangsung, seseorang suami bersua dengan istrinya. Dalam satu rumah, satu ruang, berhadap-hadapan. Namun sang suami tak mempedulikan istrinya yang tengah bicara lantaran ia asik dengan gadgetnya. Ini dapat bikin istri tersinggung serta terasa tak dihargai. Terasa tak akan di cintai. Ini beresiko. Jikalau ia tak melawan, sebenarnya hatinya tersakiti serta cintanya tergerus lantaran sikap ini. Walau tak hingga cerai, bila dibiasakan, hal semacam ini bisa merenggangkan jalinan keduanya serta mengganggu keselarasan keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar