Senin, 27 April 2015

Berikanlah perhatian pada anak


Anak-anak selalu membutuhkan rasa perhatian, terlebih ketika ingin meluapkan emosinya di saat senang ataupun sedih. Namun, kerap kali orang tua kurang menyadari dan justru mengabaikan kondisi seperti ini. Masih beberapa yang memahami bahwa mengabaikan emosi anak merupakan salah satu wujud kekerasan emosional. Perlakuan kekerasan emosional pada anak dipahami sebagai pola perilaku dari orang tua atau pengasuh yang berdampak negatif terhadap perkembangan anak baik itu perkembangan kognitif, kualitas emosi, psikologis bahkan sampai perkembangan sosial. Untuk itu sangat penting bagi orang tua untuk memberi perhatian pada anak.
Orang tua adalah orang terdekat anak yang memiliki pengaruh besar terhadap apapun yang terjadi pada diri anak. Maka di saat orang tua gagal dalam memahami emosional anak, bisa dipastikan orang tua kurang memahami sepenuhnya apa yang anak butuhkan. Imbasnya, orang tua akan sulit untuk memberikan respon sesuai dengan kebutuhan anak. Kebanyakan orang tua cenderung menginginkan yang terbaik untuk anak mereka, namun beberapa langkah yang diambil orang tua bisa saja membahayakan anak mereka secara emosional atau psikologis karena kemungkinan adanya tekanan.
Kemampuan parenting yang relatif kurang, kurangnya interaksi sosial, kurang adanya informasi atau pengetahuan tentang anak, serta adanya harapan yang tidak berlebihan pada anak sangat memungkinkan membuat para orang tua melakukan kekerasan emosional kepada anak. Sebab bisa jadi ketika mereka kecil mereka juga mengalami tindak kekerasan emosional dari orang tua atau siapapun yang mengasuh mereka. Bila anak merasa terus menerus diabaikan, direndahkan, dibully, dan lain sebagainya, maka sangat besar kemungkinan anak cenderung mengalami gangguan dalam berbagai aspek perkembangan dalam hidupnya, baik secara kognitif, secara sosial, maupun emosional.
Usahakan untuk memberikan respon terhadap kebutuhan emosional anak dan secara konsisten bantu anak untuk mengembangkan kelekatan yang nyaman. Penelitian dari WHO menunjukkan fakta bahwa pengasuhan yang responsif berkaitan erat dengan kompetensi sosial, semakin sedikit masalah perilaku pada usia 3 tahun, tingkat self esteem yang lebih besar, serta lebih sedikit permasalahan terkait perilaku dan masalah emosional di saat anak menginjak usia 12 tahun.
Kemampuan mengontrol emosi pastinya membutuhkan proses yang tidak mudah, sebagai orang tua kita tentu ingin tahu respon apa yang cocok pada situasi tertentu dengan harapan anak kita langsung bisa mengikutinya. Jadilah orang tua yang baik bagi anak dengan memberi perhatian pada anak dengan penuh kasih sayang, sehingga anak akan memiliki perkembangan kemampuan hidup dengan sangat baik pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar