Anak dan orangtua memang memiliki tali ikatan kasih sayang yang kuat khususnya pada bundanya. Untuk menjalin sebuah ikatan yang kuat antara orangtua dan anak tidaklah sulit. Anda hanya perlu mendekati anak secara berlahan dan mengerti perasaan anak. Anda dapat memupuk ikatan ini dengan saling berbagi dengan anak seperti menjadikan anak tempat curhat. Ya, memang benar jika Anda mencoba curhat dengan anak ternyata dapat memperkuat ikatan antara bunda dan anak. Dengan Anda memiliki ikatan yang erat dengan anak, Anda juga dapat mengarahkan dalam sisi baik dari pengalaman yang Anda bagikan.
Untuk menguatkan ikatan anak dengan orangtua, tidak harus Anda bertindak serius bahkan otoriter. Sebenarnya Anda dapat melakukannya dengan sangat santai bersama anak, misalnya dengan bercerita dengan anak mengenai pengalaman yang sudah selama ini didapat. Hal ini juga dapat membantu Anda menjalin ikatan yang dekat dengan anak. Ini juga dapat melatih anak untuk terbuka dengan Anda, begitu juga sebaliknya anak Anda akan lebih terbuka kepada Anda dan menjadikan Anda sebagai tempat curhatnya.
“Orangtua dapat saja curhat dengan anaknya. Karena mungkin ada beberapa anak yang bersifat tertutup sehingga sulit bercerita dengan orangtuanya. Dengan Anda mengajak curhat, maka anak dapat mengajari mereka untuk lebih terbuka dengan orangtua,” tegas Vera Itabiliana Hadiwidjojo seorang ahli psikolog anak.
Tetapi Anda hanya boleh curhat dengan anak dengan topik pembicaraan mengenai aktivitas yang ringan saja mengenai pengalaman Anda sehari-hari. Jangan sampai Anda bercerita masalah yang berat dan dapat membebani anak. Karena ini justru akan berdampak negatif pada anak Anda. Topik yang dapat Anda bagikan dengan anak, misalnya ‘tadi ibu saat belanja membantu nenek yang sedang keberatan dengan dagangannya’ atau hal positif lain yang dapat memberi motivasi positif pada anak. Inilah yang diharapkan ibu dapat menguatkan ikatan hubungan dengan anak. Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya, jangan sekali-kali curhat tentang topik berat atau masalah keluarga. Hal ini nantinya akan memberatkan anak atau bahkan menumbuhkan trauma tersendiri bagi anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar